Mourinho Soal Gol Lampard | Piala Dunia 2014

Frank LampardPelatih Chelsea bernama Jose Mourinho memberikan tanggapan santai atas gol yang dilesakkan oleh Frank Lampard ke jala The Blues untuk Manchester City.

Tim arahan Jose sempat tampak bakal memetik kemenangan di markas City pada minggu malam, 21 september 2014, usai skuat tuan rumah kehilangan sosok Pablo Zabaleta yang diganjar kartu merah pada pertengahan paruh kedua untuk dimaksimalkan oleh Si Biru untuk unggul melalui gol yang ditorehkan Andre Schuerrle lima menit usai itu.

Namun sayang sekali, hasil positif itu pun langsung gagal sebab Lampard menorehkan gol untuk City. Sosok Lampard sendiri sangat melekat dengan Chelsea sebab sang pemain yang berumur 36 tahun saat ini pernah memperkuat Chelsea lebih dari satu dekade dimana menyumbangkan tiga gelar Liga Primer Inggris dan satu gelar Liga Champions.

Pada musim panas kemarin, kontrak Lampard bersama Chelsea sendiri memang telah usai. Ia pun lalu menjatuhkan pilihan untuk bergabung bersama klub dari Amerika Serikat yakni New York City untuk berlaga di MLS. Akan tetapi, mengingat bahwa musim ajang tersebut baru bakal dimulai pada bulan januari 2015 nanti, maka Lampard pun dipinjamkan kepada The Citizens.

Lampard sendiri tak melakukan pesta gol setelah membobol jala mantan klubnya. Gol yang ditorehkannya pada akhirnya menyelamatkan City dari hasil negatif. Jose pun ditanya mengenai pendapatanya soal gol penyeimbangan kedudukan yang dilakukan oleh eks anak didikannya itu.

“Aku tak memiliki pendapat apapun. Ia kini adalah pemain City. Oleh sebab itulah, ia juga telah melaksanakan tugasnya dengan baik sebagaimana semestinya. Ia adalah pemain yang profesional. Ini adalah Chelsea. Fans Chelsea tak bakal pernah melupakan atas apa yang pernah ia lakukan sebagai seorang pemain dalam klub ini. Ini juga terjadi kepadaku kala aku harus melawan Chelsea saat menangani Inter Milan. Hal ini juga terjadi kepada Lampard,”¬†ungkap Mourinho.

Frank sendiri memperoleh sambutan yang hangat dari para fans Si Biru terutama pada akhir pertandingan kala sang fans memberikan penghormatan kepada sang pemain dengan tepuk tangan yang meriah, meskipun mengetahui bahwa Lampard adalah sosok yang telah menggagalkan klub kesayangan mereka dalam meraih poin sempurna. (yn)